--------- Penjelajah Ulung --------- by Sindi Ifan (El Revisor Tendencia)

Penjelajah Ulung! Its a Trend Reviewer Blogsite (Share & Learn). Let's Be Yourself with New Perspective! :)

Potret Waktu Luang Bapak Wildan

27 September 2015

Nama : Wildan
Usia : 23 tahun
Domisili : Cibinong, Kab.Bogor
Pekerjaan : Karyawan Perusahaan Swasta

Nyaman di Lingkungan Sendiri

     
     Bapak Wildan merupakan seorang karyawan swasta di Cibinong, Kabupaten Bogor. Beliau adalah orang asli Bogor yang sejak lahir telah tinggal di Cibinong. Pada sore itu, saya mewawancarai beliau saat sedang menghabiskan waktu luangnya bersama keluarganya di Taman Ade Irma Suryani, Taman Topi. Saya menghampirinya lalu mewawancarainya karena beliau bersama keluarganya terlihat sedang santai dan menikmati santapan yang mereka beli. Menurut saya Bapak Wildan adalah orang yang sangat ramah, welcome dan murah senyum.

       Kebun Raya Bogor, Istana Bogor dan The Jungle adalah tempat-tempat wisata yang pernah ia kunjungi sejauh ini selama berwisata di kota Bogor. Biasanya ketika pergi berlibur, Bapak Wildan seringkali pergi bersama keluarganya. “Sekarang-sekarang ini saya masih ngikut-ngikut aja, belum berkeluarga soalnya. Ini pacar saya nih” sambil mengenalkan pacarnya.

      Menurut pendapat Bapak Wildan, wisata di kota Bogor sangat sesuai dengan koceknya. Dengan kata lain biaya untuk menikmati wisata-wisata di Bogor sangatlah terjangkau. Selain itu, karena beliau memang tinggal di kota Bogor sehingga dirinya cukup sering main ke wilayah kota Bogor maupun kabupaten Bogor seperti Puncak, Cipanas dan lain-lain. “Kalo kesini (Bogor) itu jauh lebih dekat dibandingkan mungkin kalo mau main ke Jakarta atau Bandung. Pertimbangan kesini sih lebih ke jaraknya aja yang gak jauh terus disini tuh adem juga. Saya juga kebetulan kan memang orang asli sini jadinya lebih nyaman di lingkungan sendiri aja. Jauh-jauh juga males”. Oleh karena itu, Bapak Wildan pasti akan sering kembali lagi ke Bogor karena jarak yang dekat.

  Mengenai tujuan dari liburannya, Bapak Wildan mengungkapkan bahwa dia ingin menghilangkan stress dari pekerjaan lalu dapat berkumpul bersama keluarga. “Yang penting ilangin stress sama kumpul keluarga aja sih, wisata apa aja masuk kok” ujarnya. Namun, secara khusus beliau menyukai wisata yang sifatnya lingkungan hiburan seperti The Jungle, Dufan lalu untuk wisata fauna adalah Taman Safari. “Kalo alam-alam sih kurang, cuman sesekali ya gak papa sih biar tahu aja”. Beliau memang lebih menyukai untuk bersantai dan mengobrol bersama keluarga dibandingkan pergi-pergi sendiri. Dari hal tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa Bapak Wildan adalah orang yang tergolong pada Family-Oriented.


     Bapak Wildan menuturkan bahwa dia menghabiskan waktu weekendnya di kota Bogor khususnya di Taman Topi karena untuk menyenangkan keluarganya yang mayoritas masih kecil seperti keponakannya dan saudara-saudaranya. Lalu beliau juga bercerita bahwa dirinya semasa kecil sering untuk berlibur ke Taman Topi sehingga tempat ini sudah diketahuinya sejak dahulu bukan dari informasi tempat wisata dari internet. Sejauh ini menurutnya taman hiburan tersebut sudah cukup baik. Namun, perlu ada beberapa peningkatan pelayanan saja seperti dari sisi kebersihan. Dari segi transportasi beliau merasa bahwa tempat ini sangat strategis dan angkutan umum yang menuju ke tempat tersebut cukup banyak. “Tapi Bogor itu memang terlalu banyak angkot sih. Malah yang bikin macet Bogor itu angkot. Paling perlu di disiplinin aja, asal berhentinya gak sembarangan” tambahnya.

Sekian :)

Follow Instagram & Twitter

@Ifanjr

#bogorleisureproject
#gobogor

Tunggu kisah informan lainnya hanya di

Potret Waktu Luang Ibu Maryani

27 September 2015

Nama : Maryani
Usia : 24 tahun
Domisili : Jatinegara, Jakarta Timur
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Membahagiakan Anak Sampai ke Kota Seberang

         
    Informan saya selanjutnya adalah Ibu Maryani yang sehari-harinya merupakan ibu rumah tangga. Kala itu, saya mewawancarainya ketika sedang menemani anaknya bermain kereta mini di Taman Ade Irma Suryani, Taman Topi, Bogor. Beliau mengungkapkan bahwa dirinya sering bermain ke kota Bogor bahkan dapat dikatakan hampir setiap minggu ke Bogor karena permintaan anaknya. Anak-anaknya senang untuk bermain di Taman Topi karena cukup banyak permainan yang ditawarkan sekaligus anaknya juga menyukai berjalan-jalan menggunakan kereta sehingga setiap weekend Ibu Maryani mengajak anaknya bepergian menggunakan kereta. Selain itu kebetulan rumah Ibu Maryani terletak di dekat stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. “Palingan kalo ke Bogor kesini aja soalnya disini dekat banget sama stasiun terus terjangkau juga. Sama kalo ke Jakarta paling ke Ragunan aja buat lihat-lihat binatang”. Ibu Maryani ke Bogor membawa ketiga anaknya beserta nenek dan adik perempuannya.

        Ketika ditanya soal tanggapannya mengenai kota Bogor, Ibu Maryani mengatakan bahwa beliau telah melihat cukup banyak perkembangan dari kota Bogor itu sendiri. Wisata-wisata yang sudah bervariasi dan fasilitas-fasilitas yang semakin banyak membuat dia sering memilih kota Bogor sebagai tujuan wisata khususnya untuk anaknya. “Kalo di Jakarta gak gitu banyak mas yang kayak gini terus jauh juga dari rumah. Mendingan ke Bogor aja deh sekalian cari suasana baru kan” tuturnya. Bagi dirinya, liburan itu adalah wisata yang dapat menyenangkan pikiran serta membahagiakan anak apalagi anak-anak yang tergolong masih kecil. Oleh karena itu, anaknya tidak dapat beliau tinggalkan dirumah. “Kalo di Taman Topi ini sambil anak main kan bisa juga ngobrol-ngobrol sama keluarga. Tapi saya sih lebih ngikutin anak aja maunya apa. Anak saya itu nagih kalo gak kesini. Dia suka banget sama kereta-keretaan” tambah beliau saat ditanya mengapa dia memilih Taman Topi sebagai destinasi liburannya.

             Menurut Ibu Maryani, sebagai destinasi wisata Bogor masih memiliki kekurangan soal kuliner terutama untuk anak-anak. Kuliner di kota Bogor tidak banyak bervariasi khususnya dikawasan Taman Topi padahal itu adalah destinasi wisata untuk anak-anak. Harapan Ibu Maryani, bagi wisata-wisata yang mayoritas pengunjungnya anak-anak harus juga dapat menyediakan makanan atau minuman yang berhubungan dengan anak-anak. “Kita kan khawatir juga ya kalo anak-anak makannya makanan orang dewasa terus kayak Bakso, Mie Ayam, Ketoprak gitu-gitu. Gak bagus buat mereka” ujarnya. Lalu untuk kuliner yang sifatnya kedaerahan, Ibu Maryani merasa sudah cukup bosan karena sudah sangat sering ke kota Bogor sehingga ia tergolong jarang membeli oleh-oleh kecuali ada titipan. “Udah bosen sih kalo oleh-oleh, paling ya kalo dulu belinya Lapis Talas, Asinan Bogor sama Mochi-mochi. Paling seringnya justru malah pulang dari sini suka beli topi di depan, bukan kulinernya” ujarnya.


          Menyambung soal aspek lainnya, menurut Ibu Maryani kota Bogor sudah memberikan kenyamanan untuk dia dan anaknya dalam berlibur. Namun, tetap perlu ada peningkatan terus menerus supaya lebih baik lagi terutama dari keamanan, kenyamanan dan kebersihannya. Contohnya adalah kereta-kereta mini di Taman Ade Irma Suryani ini yang sudah mulai terlihat kurang baik dan sudah tidak nyaman lagi bagi anak-anak saat bermain. Sehingga perlulah untuk segera diremajakan atau diperbaiki agar terlihat lebih rapi, nyaman saat dimainkan dan indah. “Sekarang soal kebersihan udah jauh lebih baik lah dibandingkan dulu. Pas saya masih kecil dulu, saya kan pernah main kesini terus ya perawatannya kurang. Kadang banyak bekas bungkus nasi sama minuman gitu” tambahnya. Lalu dari segi harga menurutnya Taman Topi sudah sangat terjangkau dan membuat dia tidak keberatan jika mengajak anaknya bermain di Taman Topi setiap minggu. “Ya sejauh ini sih baik-baik saja kalo ke Bogor, belum ada pengalaman buruk gitu. Makannya setiap weekend ya suka kesini”.

Sekian :)

Follow Instagram & Twitter

@Ifanjr

#bogorleisureproject
#gobogor

Tunggu kisah informan lainnya hanya di


Potret Waktu Luang Bapak Arifin

30 September 2015

Nama        : Arifin
Usia          : 26 tahun
Domisili     : Pondok Gede, Jakarta Timur
Pekerjaan : Pegawai Restoran (Bag.Dapur)


Waktu Luang? Ya Keluarga!


      Bapak Arifin merupakan seorang pegawai sebuah restoran di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur. Saya mewawancarai beliau saat sedang menggendong anaknya untuk melihat-lihat permainan di Taman Ade Irma Suryani, Taman Topi. Saat diminta untuk wawancara, beliau sangat welcome dan cukup antusias dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan walaupun beliau terkadang masih sambil mengawasi anaknya. Jawaban dari beliau cukup menarik untuk disimak karena beliau bersedia untuk membagi pengalamannya selama berlibur di kota Bogor dan mau untuk berkomentar lebih jauh tentang fasilitas-fasilitas di kota Bogor yang dirasa masih kurang baik.

     Sebelum saya temui di kawasan Taman Topi, Bapak Arifin sebelumnya sudah pernah ke kota Bogor, tepatnya ke waterpark yang cukup terkenal di kota Bogor yaitu The Jungle. Saat itu beliau mengunjungi The Jungle untuk mengikuti acara liburan yang diadakan oleh perusahaan untuk segenap karyawan resto lainnya. Menurutnya, kota Bogor yang sudah ia datangi kedua kalinya ini memiliki udara serta cuaca yang nyaman dibandingkan kota-kota lainnya seperti Jakarta ataupun Bekasi. Dari segi pariwisata, hal yang menurutnya masih perlu dikembangkan adalah signage atau penunjuk arah ke kawasan wisata. Berdasarkan pengalamannya, penunjuk arah di kota Bogor masih belum jelas dan cukup membingungkan. Hal tersebut juga terjadi ketika beliau ingin mengunjungi Taman Ade Irma Suryani yang berada di kawasan Taman Topi. Saat menuju kesana dari arah Baranangsiang, menurutnya penunjuk arah jalan tidak ada yang mengarahkan dirinya ke arah Taman Topi. Beliau hanya menemukan arah ke Pasar Anyar Kebon Kembang yang memang tidak begitu jauh dari kawasan Taman Topi. Alhasil, beliau terpaksa menggunakan GPS padahal seperti kita ketahui GPS membutuhkan jaringan internet yang baik. Belum lagi, beliau menggunakan sepeda motor bersama istri serta satu orang anaknya. Cukup sulit rasanya untuk mengoperasikan gadget sambil membawa sepeda motor.

       Secara ringkas, beliau mengatakan bahwa wisata-wisata di kota Bogor kurang lebih sama seperti tempat wisata di kota lain. Beliau sejauh ini sudah melihat kawasan wisata di daerah Bandung, Solo dan Semarang serta beberapa kota lainnya di pulau Jawa. Tapi menurutnya yang paling baik adalah Bandung karena dari segi udara cukup dingin. “Bandung itu kelasnya pegunungan jadi lebih terasa dingin. Mungkin kalo yang di daerah Puncak dingin ya tapi kalo ini kan di daerah kota nya ya. Jadi misalnya dibandingkan dengan Bandung itu ya tetep aja ada yang kurang gitu. Kalo Bandung itu perkembangannya pesat.” ujarnya.

      Dalam berlibur, beliau sebenarnya lebih menyukai wisata yang sifatnya pada kegiatan di alam terbuka. Namun, ketika beliau kini memiliki buah hati yang tergolong masih kecil sehingga keinginan anak lebih diutamakan. “Kalo anak kan sukanya taman hiburan kayak gini, kalo dibawa ke wisata alam khawatir juga ya terus mungkin kalo wisata lain juga yang untuk anak sedikit. Beda jadinya kalo disini kan mayoritas memang diperuntukkan untuk anak-anak” ujarnya. Selain itu, menurut Bapak Arifin tujuan lain beliau ke Taman Ade Irma Suryani adalah untuk menyenangkan pikiran dan menghilangkan kepenatan atas pekerjaannya sehari-hari yang justru cukup sibuk di hari libur. “Saya liburan justru hari biasa soalnya tau sendiri mas kalo restoran itu hari libur justru malah kita gak boleh libur” tambahnya.

       Berbicara mengenai harapan untuk kota Bogor, Bapak Arifin merasa wisata-wisata di wilayah kota Bogor ini perlu untuk dikembangkan lebih jauh. Aspek-aspek yang perlu dikembangkan adalah kebersihan, kenyamanan dan keamanan. Dalam sesi wawancara, beliau sempat bercerita seputar fasilitas serta pelayanan dari taman hiburan tersebut. Beliau bercerita bahwa sebelum masuk ke Taman Ade Irma Suryani, dirinya cukup kesulitan ketika ingin menitipkan barang perlengkapan keluarganya khususnya perlengkapan anaknya. Awalnya, beliau menanyakan kepada petugas security dimana lokasi untuk penitipan barang. Setelah diinformasikan, nyatanya petugas disana pun memberi tahu bahwa lokasi penitipan justru di tempat petugas security yang Bapak Arifin tanya. Sehingga ketimpangan komunikasi tersebut membuat Bapak Arifin bingung dan akhirnya segan untuk menitipkan barangnya. Akhirnya beliau membawa sendiri perlengkapannya ke dalam taman hiburan. “Soalnya kita kepercayaan nomor satu, kalo nitip barang itu kan masalah kepercayaan juga, bukan cuma barangnya aja” tambahnya. Disamping itu, fasilitas parkir dan keamanan dirasa masih kurang menurutnya. “Kasihan itu yang bawa mobil, parkirnya diluar terus kalo salah sedikit aja bisa langsung macet itu jalannya. Abis itu pas saya parkir motor udah dikasih tahu kalo helm diusahakan ditaruh di dalam jok. Dari situ kita tahu kalo disini rawan pencurian apalagi securitynya aja jarang kelihatan” pungkasnya. “Beda deh kalo dibandingin sama dulu ke The Jungle, itu bener-bener puas dari segi tempat dan keamanannya. Dulu saya pas kesana aja masih tahap pembangunan, apalagi sekarang ya pasti jauh lebih bagus” tambahnya ketika ditanya perbandingan dengan The Jungle.

        Saat ditanya tentang tujuan selanjutnya, beliau bercerita bahwa sebelumnya dia sempat berdiskusi dengan istrinya untuk mengunjungi Taman Wisata Matahari di kawasan Cisarua dibanding mengunjungi kawasan Taman Topi. Namun karena lokasinya yang lebih jauh dan rasanya tidak memungkinkan untuk kesana, beliau memutuskan untuk ke daerah yang searah ke arah jalan menuju Jakarta. Tapi, sejauh ini beliau merasa ingin kembali ke kota Bogor jika ada rezeki lebih. Menurutnya kota Bogor cukup untuk momen saja. Momen disini maksudnya adalah untuk berfoto-foto dan menghabiskan waktu bersama keluarga tercintanya.

               
        Selanjutnya, saya menanyakan seputar transportasi dari kota Bogor salah satunya adalah angkutan umum berwarna hijau yang menjadi ciri khas kota Bogor. Beliau menuturkan bahwa angkutan umum di Bogor itu terlalu ramai. Namun, bukan berarti ramai lalu pemerintah kota harus mengurangi jumlahnya. “Mereka kan supir angkot itu mau nyari nafkah buat keluarganya, saya sih wajar-wajarin aja karena kebetulan saya juga punya teman supir angkot. Lebih baik jumlah itu dibagi-bagi trayeknya, jadi di daerah-daerah yang agak jauh dari kota gak minim angkot. Tadinya orang sana nunggu angkot bisa 1 jam, setelah dibagi angkotnya jadi cuma nunggu 15 menit aja.” ujar Bapak Arifin. Secara umum, Bapak Arifin berharap agar kota Bogor dapat terus berkembang pesat dari berbagai sisi agar menjadi kota yang lebih baik dan dikunjungi oleh banyak orang.

Sekian :)

Follow Instagram & Twitter

@Ifanjr

#bogorleisureproject
#gobogor

Tunggu kisah informan lainnya hanya di

www.thediaryofsocialobserver.blogspot.com