--------- Penjelajah Ulung --------- by Sindi Ifan (El Revisor Tendencia)

Penjelajah Ulung! Its a Trend Reviewer Blogsite (Share & Learn). Let's Be Yourself with New Perspective! :)


Running, inikah Tren berkepanjangan itu? (2)

Color Run
     Bukan barang baru bahwa acara lari telah menjadi konsumsi olahraga yang sedang tren. Terhitung sejak awal 2014, berbondong-bondong event Running diadakan. Mulai dari institusi perbankan seperti BII Maybank dengan Maybank Run, Mandiri dengan Mandiri Run, BCA dengan Electro Run dan paling baru adalah CIMB Niaga dengan Color Run-nya. Berlanjut ke Brand-brand minuman kesehatan dan perawatan tubuh yang akan datang meramaikan bursa lari seperti Pocari Sweat dengan Safe Running, L-Men dengan Water Run, Nutrilite dengan Health Run,  HILO Teen dengan Teen Running Challenge ataupun Zinc yang tahun lalu menggelar Vertical Run. Ada pula yang diadakan oleh pemerintah kota setempat sendiri atas hasil kerja sama berbagai pihak seperti kota Magelang, Medan, Sidoarjo, Balikpapan dan lain-lain. Terakhir adalah yang diadakan oleh universitas tertentu seperti misalnya Prasetiya Mulya yang tahun lalu sukses mengadakan event Running bertajuk Glow In The Dark untuk warga kawasan BSD, Tangerang Selatan.

        Semakin tahun ke tahun bahkan hitungan bulan, saya melihat pergerakan tren yang cepat. Misalnya pada olahraga lari, yang unik adalah ada konsep lomba yang menunjukkan sisi yang kemegahan, kemewahan, gemerlap yang biasanya diadakan malam hari. Namun ada juga sisi yang humanis, kesederhanaan, sosial yang eventnya biasanya diadakan pagi hari. Contohnya Electron Run dan Color Run yang tentunya berbeda dengan Green Run dari ASTRA serta Run for Leprosy dari Alam Sutera. Ini membuktikan bahwa olahraga lari dapat dibungkus dengan berbagai situasi sehingga bisa dibilang lari lebih panjang usia dibanding olahraga lainnya yang cepat redup.

        Ada sebuah realita lainnya yang cukup menarik pada setiap sisi acara olahraga yang sedang hype ini. Realitanya adalah bukan hanya peminat lomba yang semakin banyak dan rajin mengikuti setiap lomba yang ada, justru terdapat situasi yang saya bilang sebagai "backstage" adalah dimana para perusahaan bersama brandnya juga berlomba-lomba untuk mengonsepkan acara. Dicelah itulah mereka sambil mempromosikan brand mereka serta menjaring calon konsumen mereka melalui komunitas-komunitas tertentu.

   Sesuatu yang unik dan mampu menawarkan pencipta acara adalah sisi entertainment. Entertainment yang dapat menjadi gula bagi semutnya. Setelah capek berlari selama kurang lebih 1 jam penuh, mereka disajikan hiburan musik yang menurut saya dapat membuat rileks kembali pikiran. Kalo kata banyak orang itu, “Sehat Fisik dan Mentalnya”. Berlari adalah olahraga yang menyehatkan lalu mendengarkan lagu juga menyehatkan pikiran dari stress berkepanjangan. Semoga sesuatu yang positif seperti tren olahraga terus berlanjut. Apalagi tren-tren yang saat ini sedang dibangun yaitu berlari sambil melakukan kegiatan sosial. Tentunya ini akan bermanfaat bagi segi perusahaan untuk positioning mereka dan bermanfaat pula untuk pesertanya untuk menjadi manusia yang lebih fit, bugar dan jauh dari penyakit-penyakit berbahaya.

Sumber Gambar : google.co.id
Running, inikah Tren Berkepanjangan itu? (1)

Euforia Running

     Dunia olahraga seakan tak pernah surut dari tren. Setelah sepeda dan yoga, kini masyarakat makin diajak untuk senantiasa sehat ditengah himpitan pekerjaan yang semakin pelik. Makin capek dong? Ya mungkin itu kata yang tepat untuk mendeskripsikan bagaimana perjalanan tren olahraga di Indonesia yang mungkin digandrungi masyarakat di belahan dunia lainnya. Dari bersepeda yang sedianya masih seputar mengayuh, lalu beralih ke yoga dan muaythai yang mulai konsen pada permainan seluruh tubuh. Pada akhirnya, sampailah pada olahraga lari yang memang sejatinya adalah olahraga sejuta umat yang bisa dilakukan siapapun, kapanpun dan dimanapun namun tetap memberikan impact yang cukup baik bagi kebugaran tubuh.

          Sepaket, siapa yang tidak senang dengan kata itu, ibaratnya dalam satu waktu kita mendapatkan apa yang kita inginkan. “Sambil menyelam, minum air”, itu lah pepatah yang tetap menjadi filosofi masyarakat Indonesia terutama anak-anak muda di kota besar. Mereka berlomba-lomba untuk mengikuti suatu tren yang tidak hanya sekedar membuat mereka terlihat sosial, namun juga berdampak baik bagi kesehatan mereka. Ini mewabah di berbagai kota besar di Indonesia seperti di Jakarta sebagai kiblat tren Indonesia lalu ke Surabaya, Jogjakarta bahkan sampai Manado, Palangkaraya hingga Papua. Dengan waktu yang terbatas, apapun yang sifatnya praktis dan memberikan impact nyata, itulah yang dicari mereka. Running menjawab itu dengan berbagai varian lari yang ditawarkan seperti 5K ataupun 10K dengan tawaran hadiah yang sangat menggiurkan.

      Melalui beragam rangkaian acara yang dikonsep menarik, olahraga nampak seperti euforia yang menyenangkan untuk melepas kepenatan aktivitas sehari-hari. Seperti contohnya yang sangat digandrungi anak muda pada tahun lalu adalah Color Run yang diadakan oleh salah satu provider bank yaitu CIMB Niaga. Salah satu “Below The Line” mereka ini mampu menghadirkan suatu kegembiraan tersendiri di benak anak muda. Mereka selfie dan berfoto ria dengan bangganya walaupun seluruh badan mereka penuh dengan warna. Dari sisi ini, menurut saya dapat kategorikan sebagai wujud pengeksperesian diri yang unik dan tentunya dapat menjadi kenangan. Mengapa? Semua karena diferensiasi. Perbedaan yang sangat signifikan dibanding tawaran lomba lari lainnya yang hanya menghadirkan sisi kesehatan, kejuaraan dan hadiah besar. Namun, Color Run dapat menghadirkan sebuah filosofi “Yang Penting Lari, Sehat terus Have Fun deh, gak usah mikirin menang, minimal dapet medali biasa lah. Paling yang menang orang Afrika”. Itu lah mengapa konsep acara Running seperti Color Run selalu membludak bahkan banyak yang tidak kebagian tiket.

            Berlanjut ke post yang kedua ya :) 

Sumber Gambar : google.co.id